Idul Fitri

Diriwayatkan dari Annas bin Malik ra, dia berkata, sesungguhnya Rasulullah saw. Naik mimbar, lalu beliau berkata: “Amin”, kemudian Nabi saw naik pada tangga mimbar kedua, dan beliau berkata: “Amin”, lalu beliau duduk.

Mu’adz bin Jabal bertanya kepada beliau: “engkau naik keatas mimbar, lalu engkau berkata amin 3x, apakah maksud dan hikmahnya, ya Rasulullah?”

Beliau bersabda: “Malaikat Jibril datang kepadaku, seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, barang siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun dia tidak puasa sampai akhir, dan belum mendapapatkan pengampunan, maka dia akan masuk neraka. Semoga Allah menjauhkannya daripadanya.’ Maka aku berkata, ‘Amin’, lalu JIbril berkata, ‘Barangsiapa yang menjumpai kedua orang tuanyaatau salah seorang dari keduanya, namun dia tidak berbuat baik kepada keduanya, lalu dia mati, maka dia akan masuk neraka. Semoga Allah menjauhkan daripadanya.’ Maka aku berkata, ‘Amin’, Jibril berkata, ‘Barangsiapa yang disebut namaku disisinya, anmun dia tidak membaca shalawat kepadaku, maka dia akan masuk neraka. Semoga Allah menjauhkannya dari padanya.’ Maka aku berkata, ‘Amin.’”

Nabi saw, juga bersabda: “Sesungguhnya Allah swt, dalam setiap saat bulan Ramadhan, baik siang maupun malam hari, memerdekakan(membebaskan) sebanyak enampuluh ribu orang dari neraka, yang semestinya disiksa didalam neraka, sampai datangnya malam lailatul qadar. Sedangkan pada malam qadar, Allah memerdekakan sebanyak orang yang dimedekakan sejak dari awal ramadhan. Dan bahkan pada malam hari Raya Fitri Allah memerdekakan sebanyak yang telah dimemerdekakan, dari awal bulan Ramadhan ditambah sebanyak yang dimerdekakan pada malam qadar.”

Anas bin Malik berkata, bahwa orang mukmin mempunyai lima hari raya (hari besar), yaitu:

  1. Setiap hari yang dilalui orang mukmin, sedangkan tidak tertulis baginya suatu dosa(dia tidak melakukan satu dosa pun), maka hari itu merupakan hari raya baginya.
  2. Suatu hari dimana dia keluar dari dunia(mati) dengan membawa iman, syahadah dan terjaga dari tipu daya setan, maka hari itu adalah hari raya baginya.
  3. Suatu hari dimana dia melalui jembatan (shirath), sedangkan dia dapat melaluinya dengan aman dan selamat dari huru hara hari kiamat, serta terlepas dari tangan-tangan musuh dan malaikat zabaniah, maka hari itu merupakan hari raya baginya.
  4. Sebuah hari ,di mana dia dimasukkan kedalam surga, dan selamat dari neraka jahim, maka hari itu adalah hari raya baginya.
  5. Suatu hari, dimana dia dapat melihat pada tuhannya, maka hari itu merupakan hari raya baginya.

Jika kamu berpuasa, tentu belumlah diterima, kecuali dengan melaksanakan zakat fitrah. Karena zakat fitrah menjadi bukti atas terlaksananya Ibadah puasa. Diriwayatkan dari Nabi saw, beliau bersabda: Barang siapa yang memberikan zakat fitrah, maka baginya sepuluh perkara, yaitu:

  1. Ia membersihkan jasadnya dari dosa-dosa
  2. Memerdekakan dirinya dari neraka
  3. Puasanya menjadi diterima, sebagaimana yang dikatakan oleh Hasan Bisri: “Sesungguhnya kedudukan zakat fitrah bagi orang yang berpuasa, bagaikan kedudukan sujud sahwi bagi orang yang shalat. Ketika sujud sahwi dapat mengganti(menutup) setiap kejadian(yang terlupakan) dalam shalat, maka juga begitu juga zakat fitrah berfungsi untuk mengganti setiap kejadian dalam pelaksanaan ibadah puasa, dan juga dengan shalat Tarawih. Karena sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu akan menghilangkan (menghapus) keburukan-keburukan.”
  4. Membuatnya berhak masuk surga
  5. Keluar dari kuburnya dalam keadaan aman
  6. Kebaikan-kebaikan yang dilakukanya akan diterima dalam tahun itu
  7. Berhak mendapatkan syafa’at dari nabi Muhammad saw pada hari kiamat
  8. Melewati jembatan shirath, laksana secepat kilat
  9. Timbangan kebijakannya yang unggul
  10. Allah menghapus namanya dari daftar catatan buku orang-orang yang celaka

Disunahkan meneluarkan zakat fitrah sebelum shalat idul fitri, dan kewajiban zakat fitrah itu tidaklah gugur, karena terlambat waktu mengeluarkanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *