HAJI

PENGERTIAN HAJI

Haji merupakan merupakan rukun islam ke-5, haji merupakan ibadah yang dilakukan seluruh umat muslim didunia yang mampu dalam hal fisik, material, dan ilmu. Ibadah ini sangat berbeda dengan ibadah ibadah lain yang bisa dilakukan sewaktu waktu

Pada ibadah haji, dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah lalu wukuf di padang Arafah tanggal 9 Dzulhijjah, setelah itu akan selesai setelah melakukan lempar jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah, biasanya orang Indonesia menyebut hari haji sebagai hari raya kurban karena bertepatan dengan ibadah haji.

RUKUN HAJI

  1. Ihram.
  2. Wukuf di Arafah
  3. Thawaf Ifadah
  4. Sa’i
  5. Mencukur Rambut di Kepala (tahallul)
  6. Tertib

SYARAT HAJI

  1. Islam
  2. Aqil
  3. Dewasa
  4. Berakal
  5. Waras
  6. Orang Merdeka
  7. Mampu, Baik dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggal berhaji

KEWAJIBAN – KEWAJIBAN HAJI

  1. Melakukan Ihram dari Miqat
  2. BeMulrdiam di padang arafah hingga terbenam matahari
  3. Bermalam di muzdalifah
  4. Melempar jumrah
  5. Mencukur rambut (tahallul)
  6. Bermalam dimina
  7. Thawaf wada

IBADAH DI MINA

Sewaktu anda berada di mina, hendaklah anda menunaikan shalat tepat pada waktunya , shalat dzuhur, Ashar dan isya di Qashar menjadi dua rakaat tanpa melakukan jamak, shalat Witir dan sunnah Qabliyah subuh terus dilaksanakan. Melempar jumrah dilakukan sesuai dengan jadwal-jadwal pelaksanaanya yang telah di tentukan oleh pemandu kepada anda.

THAWAF IFADAH

  1. Thawaf ifadah adalah salah satu rukun haji dan semua jamaah haji wajib melakukannya.
  2. Perempuan haid harus menunggu hingga bersuci (mandi wajib) kemudian baru melakukan thawaf ifadah, seseorang tidak boleh kembali kenegaranya sebelum melakukan thawaf ini.
  3. Thawaf akan sempurnya jika dilakukan sebanyak tujuh putaran.
  4. Shalat dua rakaan di makam ibrahim (jika memungkinkan) atau di tempat lain didalam Masjidil Haram.
  5. Minumlah Air Zam-Zam.

SA’I UNTUK HAJI

  1. Laksanakanlah Sa’i.
  2. Mulailah dari Shafa dan Akhiri di Marwah.
  3. Sempurnakan Sebanyak tujuh kali, dengan menghitung antara shafa dan marwah satu kali.
  4. Sekarang anda telah menyempurnakan ibadah haji.

KEMBALI KE TANAH AIR

  1. Jangan berbelanja terlalu berlebihan atau melakukan hal-hal lain yang berhubungan dengan kepulangan setelah menyempurnakan thawaf wada’.
  2. Rasulullah Saw berwasiat agar menjadikan thawaf wada’ (perpisahan) sebagai pekerjaan terakhir yang dilakukan oleh jamaah haji sebelum meninggalkan Makkah.
  3. Kecuali jika anda terlambat karena sebab tertentu hingga tiba waktu shalat fardu, disaat itu anda boleh menunaikan shalat didalam masjidil haram meskipun ada melakukannya setelah menyelesaikan thawaf Wada’
  4. Setelah ini, anda tidak perlu melakukan thawaf kembali.
  5. Semoga selamat kembali ketanah air dan semoga menjadi haji yang mabrur.

ZIARAH MADINAH

  1. Niat anda haruslah untuk menziarahi masjid nabawi dan bukan untuk menziarahi kuburan Rasulullah Saw .
  2. Didalam hadist yang diriwayatkan oleh abu hurairah ra, ia berkata
    “ Rasulullah Saw bersabda : “ shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid-masjid lainnya kecuali masjidil haram”
  3. Diriwayatkan dari abbad bin tamim dari pamanya abdullah bin zaid ashim, bahwasanya Rasulullah Saw, bersabda
     “ sedungguhnya ibrahim telah menyucikan makkah dan mendoakan penduduknya, dan saya telah menyucikan madinah sebagaimana ibrahim menyucikan makkah. Dan saya mendoakan Mudnya dan Sha’nya sebagaimana ibrahim mendoakannya untuk penduduk makkah “.

APAKAH HAJI MABRUR ITU ?

  1. Apabila seseorang berangkat semata-mata karena Allah Swt
  2. Apabila seseorang berangkat bukan karena ada kepentingan dan tidak dari hasil hutang atau tidak menjual harta bendanya sehingga habis tak tersisa.
  3. Apabila kepulangannya dari ibabah haji tidak lagi melakukan maksiat-maksiat yang pernah dilakukan sebelum berhaji.
  4. Apabila kepulangannya dari ibadah haji, dia tidak mengharapkan panggilan-panggilan (pak haji/ bu haji) karena ibadah ini antara tuhan dan hambanya ( Hanya allah yang memberikan Tittle terbaik kepada para hamba-Nya).
  5. Apabila kepulangan dari ibadah haji tidak lagi melakukan dan berbuat maksiat seta berkata-kata kotor dan hal-hal yang tidak bermanfaat yang mana pernah dia lakukan sebelum berhaji.
  6. Apabila kepulangannya dari ibadah haji di sering beribadah ke masjid serta melaksanakan sholat 5 waktu dan sunnahnya , yang mana dia jarang , bahkan tidak melakukan sebelum berangkat ibadah haji.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *