Fadhilah Taubat

Ghargharah”, artinya adalah tersengal-sengalnya ruh di tenggorokan, saat menjelang kematian (naza’). Artinya, sesungguhnya taubatnya orang yang berdosa itu akan diterima selama ia belum berada dalam sebuah kondisi di mana ruhnya sudah sampai di tenggorokan (naza’).

Ketika sudah berada dalam kondisi naza’, maka sudah terlihat nyata apa yang terjadi sesudahnya, apakah dia mendapatkan rahmat ataukah melihat penderitaan dan kesengsaraan. Oleh sebab itu dalam kondisi yang demikian ini, taubatnya sudah tidak diterima, sebagaimana tidak diterimanya iman orang kafir, ketika dalam keadaan naza’.

Karena syarat taubat adalah membulatkan tekad untuk meninggalkan dosa yang pernah dilakukan dan tidak akan mengulanginya lagi. Dan yang demikian ini, hanya dapat direalisasikanketika masih memungkinkan baginya. Sedangkan ketika ia sudah dalam keadaan naza’, maka hal itu sudah tidak mungkin dapat ia realisasikan.

Diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril as, datang kepada Nabi Muhammad saw, dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah membacakan salam kepadamu dan berfirman, ‘Siapa yang bertaubat dari umatmu, setahun sebelum kematianya, maka taubatnya akan diterima.’”

Nabi saw bersabda: “Wahai Jibril,l setahun itu bagi umatku sangat panjang, oleh karena dominasi kelalaian dan panjangnya angan-angan dalam urusan dunia.”

Jibril pergi menghilang, kemudian datang lagi dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah membacakan salam kepadamu dan berfirman, ‘Siapa yang bertaubat sebelum kematiannya, selang waktu sebulan, maka taubatnya akan diterima.’”

Nabi saw bersabda: “Wahai Jibril, sebulan itu banyak bagi umatku”

Jibril pergi menghilang, kemudian datang lagi dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah membacakan salam kepadamu dan berfirman, ‘Siapa yang bertaubat dari umatmu, sehari sebelum kematianya, maka taubatnya akan diterima.’”

Nabi saw bersabda: “Wahai Jibril, sehari bagi umatku itu cukup banyak.”

Jibril pergi, kemudian kembali lagi dan berkata: “Wahai Muhammad, Tuhanmu berfirman, ‘Siapa yang bertaubat, satu jam sebelum kematianya, tentu taubatnya akan diterima.’”

Nabi saw bersabda: “Wahai Jibril, satu jam itu masih banyak bagi umatku”

Jibril pergi, kemudian kembali lagi dan berkata: “Wahai Muhammad Tuhanmu membacakan salam kepadamu, dan berfirman: “Barangsiapa yang malaui semua umurnya dalam gelimang kemaksiatan dan belumlah dia kembali kepadaku, kecuali setahunsebelum kematianya,atau sebulan atau sehari satu jam, sampai ruhnya berada di tenggorokan, dan tidak memungkinkan lagi baginya berbicara dan memohon maaf dengan lidahnya dan hatinya menyesal, maka sesungguhnya aku mengampuninya.””

Sesungguhnya taubat seseorang itu dapat diketahui melalui empat perkara, yaitu:

  1. Hendaklah ia memelihara lidahnya dari berbicara secara berlebihan, dan menjaga lidahnya dari menggunjing, adu domba dan berdusta.
  2. Hendaklah ia tidak melihat di dalam hatinya terdapat kedengkian dan tidak pula permusuhan terhadap seorangpun.
  3. Hendaklah ia meninggalkan orang-orang jahat, dan tidak bersahabat dengan seorang pun dari mereka.
  4. Hendaklah ia selalu bersiap-siap dan berbekal untuk menghadapi kematian, menyesali dosa-dosanya dan memohon ampun atas dosa-dosanya yang telah lalu, dan bersungguh-sungguh taat kepada Allah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *